Wujudkan Sekolah Hijau, SDN 27 Rabadompu Timur Sulap Ecobrick Jadi Meja Belajar Kreatif
KOTA BIMA – SDN 27 Rabadompu Timur terus berinovasi dalam mengampanyekan gerakan peduli lingkungan. Kali ini, sekolah tersebut berhasil memanfaatkan limbah plastik botol mineral menjadi barang bernilai guna berupa meja ecobrick. Inovasi ini dikolaborasikan dengan penggunaan teknologi Smart TV untuk menciptakan ruang kelas yang modern sekaligus ramah lingkungan.
Langkah ini diambil sebagai solusi atas penumpukan sampah plastik di lingkungan sekolah. Para siswa diajak mengumpulkan botol plastik bekas yang kemudian diisi padat dengan sampah plastik kering (plastik kresek/bungkus makanan).
Material: Ratusan botol mineral bekas ukuran 600ml.
Proses: Botol disusun secara presisi, direkatkan, dan diberi alas papan serta finishing yang menarik.
Hasil: Meja yang kokoh, ringan, dan estetik untuk mendukung kegiatan belajar kelompok.
Selain fokus pada lingkungan, SDN 27 Rabadompu Timur juga melakukan lompatan digital. Pemanfaatan Smart TV di ruang kelas menjadi pusat perhatian baru bagi para siswa.
Meja-meja ecobrick tersebut ditata sedemikian rupa di depan Smart TV, menciptakan area "Smart Lounge" mini. Di sini, siswa dapat duduk melingkar untuk menyimak materi pembelajaran visual, video edukasi, hingga melakukan presentasi interaktif secara lebih nyaman dan santai.
Kepala SDN 27 Rabadompu Timur menyatakan bahwa program ini bukan sekadar tentang daur ulang, melainkan pembentukan karakter.
"Kami ingin siswa paham bahwa sampah plastik yang merusak lingkungan bisa berubah menjadi fasilitas belajar jika dikelola dengan kreatif. Dengan adanya Smart TV, anak-anak juga jauh lebih bersemangat karena metode belajarnya tidak lagi monoton," ujarnya.
Manfaat yang Dirasakan:
Edukasi Lingkungan: Mengurangi volume sampah plastik di sekolah secara signifikan.
Efisiensi Biaya: Menciptakan furnitur kelas yang fungsional tanpa biaya tinggi.
Digitalisasi Kelas: Mempermudah guru dalam menyampaikan materi berbasis multimedia.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Bima untuk tetap melek teknologi tanpa melupakan kelestarian lingkungan sekitar.